Mamuju-BlogTPPSukkbar. Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pendampingan Desa Tahunan Tenaga Pendamping Profesional Sulawesi Barat tahun 2025, akan dilaksanakan di Area Ekowisata Desa Tapamdulu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju (19-20/12/2025).
Agenda Rapat Koordinasi TPP Sulbar ini adalah agenda tahunan yang dilaksanakan secara swadaya yang pelaksanaannya secara bergilir. Pelaksanan sebelumnya di Area Wisata Rambu Ssaratu, Kabupaten Mamasa.Kamis, 18 Desember 2025
TPP Mamuju Siap Mensukseskan TPP Explorer Camp Sulbar 2025
Kamis, 11 Desember 2025
Tugas Mulia TPP; Catatan Akhir RAKOR TPP Pasangkayu (Bagian II Habis)
Menurut Kepala Desa, "Pendamping Desalah yang membuka mata kami, mengupayakan area ini menjadi Ikon wisata di Pasangkayu. Merekalah yang memberi keyakinan pada kami sehingga berkembangan sampai seperti ini".
TAPM Kabupaten , Maulidin Syam yang juga PIC Media dan Informasi mengungkapkan, PLD dan PD yang memfasilitasi sejak perencanaan hingga pelaksanaan, sehingga warga setempat sehingga bersedia bekerja sama dengan Pemerintah Desa membangun area wisata ini. Mereka membagi hasil pendapatan antara Bumdes dan Warga.
Hasil Rapat KoordinasiFokus utama agenda Rapat Koordinasi adalah evaluasi hasil pendampingan, terutama pada pemenuhan data hasil pendampingan.
Bidang paling mendapatkan apresiasi dan penghargaan adalah prestasi TPP Pasangkayu pada Bidang Media dan Informasi. Kabupaten pasangkayu telah mencatatkan diri sebanyak 7 kali dalam box 100% partisipasi TPP.
Dari tampilan Blog Resmi TPP, Pasangkayu juga menempati rangking pertama dalam hal jumlah aktifitas terberitakan serta supervisi dan pemberdayaan pada desa. Indikator kongkritnya terlihat pada jumlah Link resmi website desa yang tersambung ke Blog TPP Kabupaten.
Data laporan akhir TAPM Provinsi, Jumlah link desa yang terhubung sebanyak 15 dari 59 desa di Pasangkayu. Menyusul Kabupaten Mamuju, sebanyak 6 dari 88 desa. Sementara kabupaten lainnya belum ada website desa yang terhubung.
Berdasarkan fakta ini Korprov TAPM Sulbar, AMran Arsyad memberikan rekomendasi kepada TPP dalam melakukan Supervisi dan Monitoring, baik itu Desk Review Supervisi, Online Supervisi ataupun Kunjungan Lapangan agar obyek supervisi dan monitoring kedepan tidak lagi terpaku pada pelaksanaan pembangunan desa dan pelaksanaan pendampingan. Tapi lebih menekankan pelaksanaan pemberdayaan seperti inisiatif pelatihan pengembangan media sosial di Pasangkayu. (MSS)
Kontributor photo; TPP Pasangkayu
Selasa, 02 Desember 2025
Spot Wisata Batu Alam; Surga Bagi Pecinta Alam (Catatan Rakor TPP Pasangkayu Bag I)
Gerbang dalam Taman wisata Batu Alam, Desa Kaluku Nangka, Pasangkayu-SULBAR (Foto Rahmat Akbar, PLD Pasangkayu)
Pasangkayu-BlogTPPSulbar. Taman Wisata Batu Alam, Desa Kaluku Nangka, Pasangkayu adalah potret bidadari yang baru bangun pagi. Perpaduan aliran sungai dan rerimbunan pohon yang ditumbuhi batu raksasa. Sunggu penuh keasrian, kesegaran dan otentik. Tempat ini menjadi surga bagi kaum petualang dan pecinta alam.
Pasalnya Sungai Matapangi yang mengalir jernih dikawal dengan barisan batu berukuran besar, lebih besar dari bangunan rumah BTN Type 36 yang berjejer apik disebelah timur sungai. Paling menonjol ukurannya adalah sebuah batu besar berdiri kokoh menghadap ke sungai yang dijuluki Batu Raja yang diapit oleh Batu Gerbang dalam dan Batu Manyamang.
Ditambah lagi dengan rimbunan belantara pohon hutan yang tinggi seolah berlomba memperebutkan sinar matahari pagi, menjadi pemandangan tiada tara. Membuat hati teduh dan nyaman bagi siapa saja yang datang berwisata ditempat itu.
Area wisata seluas 40 Ha, terletak di sebelah timur Desa Kaluku Nangka, sebelumnya bernama Area Wisata Bamba Tunu adalah hutan belantara yang hanya dihuni oleh masyarkat adat (lokal). Kemudian disulap oleh Nurdin M, Kepala desa Kaluku Nangka menjadi Area wisata Batu Alam.
"Saya diprovokasi oleh Pendamping Desa. Dan Kaluku Nangka akan hilang dari ingatan sejarah desa, jika tak memiliki tempat unik dan monumental yang sekali dikunjungi akan dirindukan sepanjang hayat," sambung Pak Desa sambil menunjuk sosok Pendamping Lokal Desa yang selama ini mendampinginya.
"Area ini meski bukan milik desa, tapi warga. Dan kami berbagi keuntungan dengan warga. Dan kedepan berharap tempat ini menjadi ikon wisata Pasangkayu" Tegasnya.
Saat rombongan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Pasangkayu bersama TAPM Provinsi berjalan menuju AULA Wisata yang menjadi tempat Rakor, disitulah nampak jelas bahwa hampir setiap spot wisatanya memiliki keunikan masing-masing dan sangat autentik.
Kunikan ini pula yang menjadi lanskap kejernihan hati dan pikiran TPP yang datang berkumpul dalam Acara Rapat Koordinasi (28/11), mengevaluasi progres pendampingan desa selamat tahun 2025 di Pasangkayu.
Penulis;Muh. Subair Sunar
Editor ; Amran Arsyad, Firman, Kontributor foto TPP Pasangkayu
Senin, 24 November 2025
Polman, Pertama Menyelesaikan Salur Dana Desa Tahun Anggaran 2025
MAMUJU BlogTPP Sulbar- Kabupaten Polewali Mandar menjadi kabupaten pertama di Sulawesi Barat yang menyelesaikan Salur Dana Desa yang ditentukan penggunaannya (Earth Mark) dari RKUN ke RKDesa pada 9 nopember 2025. Lima kabupaten lainnya masih menyisakan beberapa desa yang belum salur.
Prestasi Kabupaten Polewali Mandar menarik perhatian para pihak dikarenakan selama ini belum pernah menjadi kabupaten pertama dalam menyelesaikan salur DD. Demikian disampaikan Firman, TAPM Provinsi yang mengkoordinir Data Monev DD didampingi Amran Arsyad, KoorProv di kantor TAPM Provinsi di Mamuju.
Polman dengan jumlah desa 144 tahun ini mendapatkan alokasi Dana desa terbesar dengan jumlah Rp 134.729.952.000,- menyusul Mamasa 133,8 M, Mamuju 83,5 M, Pasangkayu, 54,392 M, Majene 52,65M dan terakhir Mamuju Tengah 50,8 M.
Pencapaian ini layak diapresiasi, mengingat tahun ini adalah tahun dimana beban kerja TPP Sulbar bertambah. Satu sisi harus mengaal salur Dana Desa dan disisi lainnya harus mengurus penyelesaian pembentukan dan pengembangan Koperasi desa Merah Putih pada 575 Desa yang ada
Minggu, 23 November 2025
Sekda Polman, Usulkan Desa Bersih Narkoba dan melibatkan TPP
Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Nur Said, S.Sos. MM. menggusulkan untuk menindaklanjuti Gerakan Desa Bersih Narkoba di Kabupaten Polewali Mandar dan melibatkan Tenaga Pendamping Desa. Gagasan tersebut disampaikan pada Rapat Konslidasi Stakeholder Pelaksanaan Tim Asesment Terpadu (TAT), Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), di Cafe RN, (19/11).
Menurutnya, "Pengguna Narkoba itu adalah korban, bukan inisiator kejahatan. Dan problem paling besar yang dihadapi secara psikis adalah stigma warga sekitar pada korban. Dibutuhkan kerjasama dan kebesaran hati para pihak untuk memperlakukan korban selayaknya sebagai manusia".Problem stigmatisasi ini pula yang akan menjadi hambatan partisipasi warga desa proses pembangunan dan pemberdayaan di desa.
Peta Kasus Kerawanan Narkoba Polman
Dari data kasus kerawanan kasus narkoba dalam lima tahun terakhir dari 144 Desa di Kabupaten Polewali Mandar, 8 desa dinyatakan berada pada status Bahaya narkoba yang tersebar pada Kecamatan Tinambung, Wonomulyo dan Capalagian. Dan 18 desa kelurahan dinyatak status waspada narkoba (Sumber BNN Polman).
"Dari peta kasus kerawanan narkoba ini memiliki kegayuhan dengan trend kejahatan kriminal pencurian, pembunuhan dan perkelahian massal belakangan ini. Kondisi ini harus segera teratasi sebelum dampaknya semakin meluas" ungkap seorang peserta konsolidasi yang tak mau disebut namanya.
Kamis, 20 November 2025
Momen Haru Pendampingg Lokal Desa Curhat di Sosmed
Sudirman, SE. , Kepala Desa Bakka Bakka, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, memberikan apresiasi positif atas dedikasi dan integritas Pendamping Desa dalam mendampingi pemerinta desa selama ini. Mereka ini tak mengenal lelah dalam menjalankan tugasnya di desa.
Dalam unggahan FB grup @DesaPesonaNusantara, akun FB milik Agus Sinapati Kaharuddin dalam, lebih lanjut dikatakan, "Teruslah menjadi bagian dari perubahan, mendorong semangat (inovasi) dan gotong royong. Teruslah berkarya mewujudkan desa maju, mandiri dan sejahtera".
Tayangan video berdurasi 1 Menit 43 detik selanjutnya menceritakan ungkapan hati Tenaga Pendamping Profesional (TPP) melalui lagu gubahan sendiri yang diberi judul "Wahai Wakil rakyat Kami Pendamping Desa, bUkanlah Beban Negara". Latar lagu ini berisi gambar aktifitas TPP dalam melakoni tugas dan fungsi di desa.TPP Mamuju Siap Mensukseskan TPP Explorer Camp Sulbar 2025
Mamuju-BlogTPPSukkbar . Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pendampingan Desa Tahunan Tenaga Pendamping Profesional Sulawesi Barat tahun 2025, a...
-
Mamuju (30-Okt-25). Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengintruksikan Kepada Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi Sulawesi Barat untuk me...
-
MAMUJU BlogTPP Sulbar- Kabupaten Polewali Mandar menjadi kabupaten pertama di Sulawesi Barat yang menyelesaikan Salur Dana Desa yang ditent...
-
Surat edaran Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 8 Tahun 2025 Tentang Percepatan Musyawarah desa Khusus untuk Persetujuan D...
.jpeg)




.jpeg)
